Redefine

Dapat aku sampaikan dengan tegas bahawa seorang Muslim tidak akan sempurna agamanya kecuali jika dia menjadi politikus,  memiliki pandangan yang jauh tentang permasalahan umatnya,  memperhatikan urusan urusan mereka dan bersedia membantu mencari jalan penyelesaiannya.  Dapat aku katakan bahawa pembatasan dan meninggalkan terus agama ini adalah sikap yang tidak diakui oleh agama islam.  Maka kepada setiap organisasi Islam agar menjadikan keutamaan programnya dengan memerhatikan urusan politik umat Islam.  Kalau tidak maka dia sendiri perlu untuk memahami kembali akan makna Islam”

– Hassan al Banna,  Muharram 1357 H –

Tidak ada kebaikan dalam agama yang tidak ada politiknya. 

Tidak ada kebaikan dalam politik yang tidak ada agamanya. 

Islam datang dengan membawa ajaran politik untuk membahagiakan manusia baik di dunia mahupun akhirat. 

Politik yang memerhatikan urusan manusia semuanya. 

Aleppo is dying. 

Apakah politik kita,  politik yang memerhatikan urusan manusia semuanya? 

20:57, 21 Rabiulawal 1438

Tazkiratud Duat

“Mengajak seluruh penduduk bumi agar melakukan perubahan total menyangkut dasar dasar pemerintahan kontemporer yangg dikuasai para tiran dan para pendosa yang memenuhi bumi dengan kerusakan.  Kemudian mengambil kepimpinan ini,  baik diranah ideologi ataupun kehidupan,  dari tangan mereka dan menyerahkannya kepada orang orang beriman kepada Allah dan hari akhir,  menjalankan agama mereka dengan benar dan tidak menginginkan kesombongan ataupun kerusakan di muka bumi”

Itulah konsekuensi logis dari pengertian ubudiyah yang sempurna,  memurnikan kepatuhan kepada Allah,  membersihkan jiwa dari berbagai kotoran kemunafikan dan membebaskan amal perbuatan dari fenomena kontradiksi. 

Sebagaimana tidak ada kesamaran lagi bagi orang yang cerdas bahawa semua itu takkan terwujud,  kecuali dengan mengubah total sistem kehidupan yang tanpa landasan kebenaran. 

Selama kendali urusan dunia masih di tangan mereka,  baik media massa,  perundangan,  eksekutif,  kewangan,  perdagangan dan industri masih digerakkan dan dikelola sesuai arahan dan keinginan mereka,  maka tidak mungkin seorang muslim bisa hidup di dunia ini dengan mengikuti syariat Ilahiyah dalam kehidupan nyata. 

Tidak mungkin,  bahkan mustahil,  seseorang bisa mengikuti agama ilahi yang sempurna sedangkan dia hidup di negeri yang tunduk bukan kepada manhaj y diredhai Allah.

Adalah kewajiban,  seorang hamba yang berserah diri kepada Allah agar membersihkan bumi Allah dari segala kekotoran kerusakan dan tirani,  kemudian menggantinya dengan sistem yang adil. 

Telah terbukti, melalui zaman bahawa orang orang yang menyombongkan diri di muka bumi Allah tanpa landasan kebenarab menjadi penghalang terbessr dalam perjuangan menegakkan sistem yang shalih. 

Maka dia antara konsekuensi keislaman dan ubudiyah kita,  adalah kita harus berjuang dengan sekuat tenaga dan terus menerus untuk menggusur kepimpinan dan mencabut semua sistem kebatilan dari akar akarnya dan menggantikannya dengan kepimpinan yang adil dan sistem yang benar. 

Bisa jadi kita bertanya,

Bagaimana cara mengubah total kepimpinan tersebut? “

Yang pasti. 

Perubahan total tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan angan angan dan mimpi indah. 

Sunnatulah perubahan itu memerlukan tokoh tokoh yang mengatur urusannya dan memperjuangkannya. 

Siapa? 

Apabila di bumi belum ada jemaah yang beriman dan saleh,  dia antara individu yang beriman dan berakhlak soleh. 

Apabila telah ada jemaah yang beriman dan soleh,  dia akan memastikan jemaah tersebut memegang tampuk kepimpinan dunia. 

Dengan demikian,  dakwah bukan hanya sebatas angan angan dan harapan. 

Tetapi dakwah mengajak seluruh penduduk bumi agar memerhatikan i’dad jemaah yang beriman kepada Allah dan RasulNya untuk mengatur dan mengelola urusan dunia bebas dari kepimpinan yang korup dan batil. 


15:55, 25 Safar 1438

Bit and pieces from Tadzkiratud Duat, Abu A’la Al-Maududi

#prayforMalaysia

#prayforPalestine

#prayforSyria

#prayforRohingya


Wad 2 Akik

Love and sacrifices.  They are closely related. One cannot sacrifice without love. 

A restless husband. 

A loyal by the bedside mother. 

A keep awake at night young mother. 

A dedicated to a stranger baby nurse. 

All of these and many more are out of love. Love. Is so powerful. 

One can be crazy. Because of love. 

One can be heartbroken. Because of love. 

One can be irrational.  Because of love. 

One can be disrespectful. Because of love. 

But. 

Love also can heal. 

Love also can guide. 

But that kind of love. Is true love. 

Like the love of the Creator. 

Full of rahmah. 

Every single tick of clock, the attentions are on us.

Every prayers being granted, with or without our realisation.

Every single steps taken,  is a perfect journey planned by Him. 

That is the love of our Creator. 

We love His creation. 

We cherish His creation. 

We need His creation. 

But. 

What about our love to Him? 

13:03, 17 Safar 1438H

Denai Alam, Shah Alam

Side story :

Wad 2 Akik is a post maternal ward.  There are many cases there.  Ada ibu yang kehilangan ank.  Ada ibu yang melahirkan secara normal.  Ada ibu yang terpaksa berenggang dengan anak yang baru lahir kerana komplikasi.  I learnt a lot here during my time to accompany my sister. I see lots of sacrifices from every single person.  This is the human love. A gift from The Lord’s love. 

A Man

I want to tell you a story about a man. 

Yes, A Man. 

A man from a corrupted nation. 

A man of Firaun’s big family.

A man with no specific name. 

But a man with a great story. 

“Apakah kamu akan membunuh seorang laki laki kerana dia menyatakan ‘Tuhanku ialah Allah’…. ” -40:28-

This man has been hiding his religion for a long time from Firaun’s knowledge. 

But everything has changed when he heard that Firaun is planning a murder on Musa a.s.

He spook up. 

Yes. 

He stood up.

Shocked. 

That was what Firaun felt.  His own right hand,  who has been loyal to him, betrayed him for Musa a.s. Every one realised that this man met his dead end. 

” Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu.  Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Melihat akam hamba hambaNya” -40:44-

What happen to the man?

“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka,  sedangkan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk “-40:45-

Ya, kita tak tahu pengakhirannya secara detail.  Tapi apa yang kita tahu Allah memeliharanya. 

Cukup bukan?  Allah sebagai pemelihara. 

Atau kita punya pemelihara yang lebih agung? 

#Stay tuned.

#Will be continued. 

22 Muharram 1438, 19:54

Something

So many things happened this month. 

I am so exhausted. 

With myself. 

But there is something. 

A really close friend told me. 

“Don’t be too hard on yourself”

At that moment I realised. 

Something has knocked my head. 

Something has knocked my heart. 

I put a really high threshold for myself. 

That I fall for it. 

That I exhausted because of it. 

Please,  don’t be too hard on yourself. 


18 Muharram 1438, 22:32

Ponder

Kadang kita fasih berbicara,  tapi gagap beramal. 

Para pengenal Allah menyesali ketaksempurnaan amalnya. Para tertipu membanggakan sempurnanya balasan amal di dunia. 

Di dunia,  tanda diterimanya amal adalah mengantar pada ketaatan yang lebih besar., bukan menghasilkan kenikmatan yang lebih besar. 

Keinginan menampilkan diri pada insan itu melelahkan. 

Menunaikan amal dengan disaksikan Allah itu melegakan.  

Riyak penganggur amal itu bertanda,  bersemangat kala dilihat,  bermalas jika tak terawas,  dan mencinta puji di tiap sisi diri. 

Salim A fillah,  Menyimak Kicau Merajut Makna-

One of the best description of amal from Salim A fillah.  Hehe kalau dulu sebenarnya,  I don’t really like karya Salim A fillah.  Ntah tak tahu bagaimana,  started falling in love with all his arts.  

Kadang kita fasih berbicara tapi gagap beramal. 

Time to ponder,  for all the time that we lived, sejauh mana ketulusan dan kesungguhan kita dalam beramal.  Adakah kita hanyalah sekadar penganggur amal atau pengenal Allah. 

Dr Fauziah Mohd Hassan, antara peserta Woman Boat to Gaza (WBG), yang sekarang ni masih meneruskan pelayaran ke Gaza,  one of the figures that I strongly believed has put all her trust and tawakal to Allah when joining the mission.

Just imagine,  why would she choose the hard path to Gaza. It is not easy. Mentally, physically,  spiritually. To leave everything behind, literally everything and not knowing when she will come back. 

Delegasi lain mungkin menyertai misi ini atas dasar humanity,  tapi untuk beliau itu adalah pembuktian amalnya kepada tuhan. 

And what about us?

” Maka apakah kita tidak akan mati?  Kecuali kematian kita yang pertama sahaja di dunia dan kita tidak akan diazab di akhirat?  Sungguh ini benar benar kemenangan yang agung.  Untuk kemenangan serupa ini,  hendaklah beramal orang orang yang mampu beramal ” – As saffat : 58-61 –

Ponder. 

#http://fb.com/myrose2rose

#WomenBoattoGaza

#http://forecast.predictwind.com/tracking/display/Zaytouna

28092106, 18:13

“Adik, ┬átudung kakak”

Ada suatu kisah di sebalik pagar besi itu yang cukup,  cukup membuat hati ini ‘tersenyum’. 

Petang tu,  lepas solat asar,  rasa nak pegi lepak dekat beranda (ye ke beranda x kisah la apa orang panggil),  di sebalik pagar besi tu. Alang alang nak lepak amik angin kampung, mak suruh amik karpet ruang tamu jemur dan buang habuk habuk dekat situ.

So bersenam la otot otot yang dah agak lama x bersenam ni memukul karpet yang agak berat tu untuk bersihkan habuk. Sedang asyik buat benda alah tu,  datanglah anak jiran selang 2 3 buah rumah datang lalu depan rumah nak pegi kedai runcit. 

Tersenyum sipu 2 anak comel tu bila ditegur.  “Nok gi mno tu?  (Nak ke mana tu?) “. Sorang dalam lingkungan umur 6 tahun,  yang sorang lagi dalam umur 4 tahun. 

Tiba tiba,  yang si kakak tu berhenti depan rumah sambil pegang kepala. Eh terkejut la jugak kita kenapa tetiba adik ni berhenti. 

Then dia bersuara,  “Oloh la adik,  tudung kak dik. (Alah adik,  tudung kakakkk) “

Si adiknya jawab, “Oloh x yoh la x polah nok g beli depe tu jah heh (takpee akak,  depan tu je kita nak g beli nya) “

Kakaknya jawab,  “ehhh x leh x leh,  mari kelik g ambik tudung kak.  Marih! (Eh mana boleh,  jom balik kita amik tudung kakak) “

Tanpa menunggu jawapan dari adik nya,  dia terus separa mengheret adik dia balik. 

Okeh,  cerita itu tamat di situ.  Kisah yang simple,  tapi sangat meninggalkan kesan yang cukup dalam di hati ini. 

Telus.  Fitrah.  Suci. Itu gambaran untuk hamba Allah yang cilik tu. Kalau ikutkan kedai tu dekattt sangat dah nak sampai.  Tapi dia jugak nak patah balik pakai tudung. Padahal tak ade siapa pun yang tegur di pertengahan jalan tu untuk dia pakai tudung. Sensitif nya hati dan sanubari si cilik.  

Tarbiyah ahlul bait. Didikan ibu dan bapa si cilik.  Cuba bayangkan,  bagaimana mak ayah si cilik bagi didikan untuk ada kesedaran yang begitu sensitif pada umur yang sebegitu muda. Bukan memaksa,  tetapi mendidik.  Hanya di sebabkan dia terpandang orang pakai tudung ,  dia menilai diri dia sendiri.  Ada orang,  didatangkan pelbagai peringatan sekalipun,  tak pernah rasa nak muhasabah diri sendiri.  Paling tidak, dia pulak menuding jari kepada orang lain.  

Itulah asal usul kita.  Telus.  Suci. 

Tapi makin lama kita dalam kehidupan,  kotoran kotoran dunia sedikit demi sedikit cuba mencari ruang untuk hinggap dan meneruskan perjalan bersama.  

Tanpa kita sedar,  kotoran tu dah menjadi sebahagian dari hidup kita.  Sebati. 

Hinggakan,  mengaburi perasaan hati yang dahulunya cukup peka,  cukup sensitif. 

Kita menuding jari ke sana ke mari,  menyalahkan apa apa yang berlaku dalam kehidupan kita,  dalam agama dan negara kita, kepada pihak lain.  Sedangkan,  akar nya berumbi dari diri sendiri. 

Tarbiyah. Didikan.  Boleh menjadi ‘filter’ kepada kotoran dunia yang sentiasa berterbangan di sekeliling kita.  

Jangan biarkan hati kita tanpa filter. 

Jangan tunggu sampai hati kita dah tiada ‘rasa’.

Jangan kelak,  fitrah kita hilang dan berkeladak. 

Muhasabah.  Muhasabh. 

Nilai diri sendiri.  Cari silap sendiri 

Baiki dan ubah.  Tarbiyah. 

Then,  we can change the world. 

#janganlupadaftarundi

#PRUiscoming

#selamatkanmalaysia

220916, 18:00

Bachok,  Kelantan. 

102:8

“Kemudian kalian akan ditanya pada hari itu tentang nikmat nikmat” – 102 : 8 –

Pada hari itu,  kalian akan benar benar ditanya,  tentang syukur kalian terhadap nikmat yang telah Dia anugerahkan.  (Ibn Katsir). 

Syukur. 

Syukur itu memuji pemberi karunia. 

Syukur itu menggunakannya dalam ketaatan. 

Syukur itu menjadikannya kemanfaatan. 

Maka,  atas tiap nikmat sekecil apa pun.

Sehirup nafas, 

Sedetak jantung, 

Seberkas cahaya, 

Sesuap makan, 

Seteguk minum, 

Sehelai kain. 

Ketiga tiga unsur syukur itu akan disoalkan. 

Mari bergegas menyusun jawab atas semua dan semua yang kita pinta. 


180916, 11:52

Bachok,  Klate. 

Petikan buku lapis lapis keberkahan Salim A Fillah. 

The BFG

2 bulan.  Alhamdulillah.  

2 bulan dah kaki ni menapak di bumi Malaysia. 

2 bulan jugak lah menyambung perjuangan tarbiah di tempat sendiri. 

2 bulan jugak lah menganggur.  Ehehe :p

Rata rata kalau ditanya kepada para BFGs (back for good)  , nak ke tak balik malaysia, jawapannya tidak.  Mana taknya,  di luar negara waqi’nya sangat lah ideal. Komitmennya tidak banyak.  Pergerakannya bebas.  Medan amalnya lebih terfokus. 

Pernah bertanya kepada seorang ukhti,  tips untuk bfg.  Sebab terlalu banyak cerita yang tidak enak didengari. Kata beliau : 

Jangan pernah percaya cerita cerita yang enti dengar selagi mana enti belum balik dan berhadapan dengannya sendiri

Dan selama 2 bulan ni,  ada pengalaman pahit dan manisnya.  Alhamdulillah,  Allah masih mahu menapakkan persaan cinta akan tarbiyah dalam hati ini.   

Untuk diri sendiri,  yang tarbiyahnya bermula di waqi’ yang ideal,  nak tak nak, kena persiapkan diri kalau masih mahu berada dalam dakwah dan tarbiyah.  Nak tak nak kena persiapkan diri kalau nak all out sebagaimana di luar negara. 

1) Sahihul an niah

Terbaca status seorang ukhti dekat status facebook 

Apa jadi dengan hadis 1 yang kita belajar ketika awal awal kita join usrah

Hadis 1. Niat. 

Sangat tertampar dengan status ukhti tersebut.  Sangatlah betul.  Niat.  Di mana niat kita di awal2 dahulu. Kenapa kita join usrah? Kenapa kita nak tarbiyah.  Kenapa kita nak buat dakwah?

Niat yang sahih.  Itu yang diri sendiri mula untuk mencari dan pasakkan kembali. Kadang kadang niat yang sahih tu dah tercampak jauh dari hati sendiri.

Benda simple.  Tapi selalu take for granted. 

2) Al ihtifazu bil himmah

Jaga himmah.  Jaga semangat. 

Jujur saya katakan. Awal awal perubahan waqi’,  semangat saya hilang.

Kenapa boleh hilang?  Banyak faktor. Seribu satu alasan boleh dinyatakan. Akhawat yang selalu dengan kita tak ada,  tak ada orang cek kita datang usrah ke tak datang ke,  katibah kita join ke tidak,  usrah rushing sebab kebanyakannya bekerjaya,  naqibah tak sekepala dengan kita, ukhuwah tak rasa,   gerak kerja jauh berbeza,  medan amal lagi besar dan banyak lagilah kalau nak dilistkan. 

Kita boleh create alasan.  Kita boleh rebel. 

Tapi semangat kita lah yang akan mendorong kita untuk kita ‘keringkan’ hati dengan perkara perkara yang boleh menjauhkan kita dari dakwah dan tarbiyah. 

Satu benda yang penting.  Sesibuk mana pun kita,  sesusah mana pun keadaan kita,  usrah kena jaga. 

Cuba hadir usrah setiap minggu. Usrahmate memang jauh2, naqibah pun tak satu rumah, kita boleh create alasan untuk tak pergi usrah. Tapi jangan pernah ponteng usrah.   Di situlah kita mampu nak menjaga himmah kita dengan pertemuan bersama akhawat.  

 3) Al quranul karim

Al quran.

“Sad.  Demi Al Quran yang mengandungi peringatan” – Sad : 1 –

Jelas Allah nyatakan dalam surah Sad. Dalam al quran mengandungi peringatan. 

Di saat hati kita mula menjauh,  mula lesu,  mula layu dengan tarbiyah dengan dakwah. Periksa hubungan kita dengan al quran. 

Hidupkan kembali hati dengan al quran. 

4) Sariah ilal khair

Bersegera dalam amal kebaikan.  

Tak perlu tunggu naqibah bagi taklifan. Jangan disebabkan tiada arahan dari naqibah,  kita tak ada amal. 

Jangan memandang kecil amal amal yang kecil. Tidak semestinya kita kena organise sesuatu event,  itu baru namanya dakwah.  Tidak semestinya kena bawa usrah itu namanya tarbiyah. 

Sekecil kecil amal seperti ziarah akhawat, bergaul dengan masyarakat di masjid,  anak anak di sekolah. Jangan pernah memandang kecil amal amal sebegitu. 

Identify kita punya minat dan kepakaran di mana.  Cari naqibah.  Bincang dengan naqibah.  Qadhaya dengan naqibah.  

Jangan pernah duduk diam tanpa amal.  

5) Mutabaah Amal

Walau kita jauh dari naqibah,  walau naqibah tak pantau mutabaah amal kita,  walau naqibah tak setkan pun mutabaah amal untuk kita,  jangan culas. 

Setkan sendiri mutabaah amal kita selayaknya seorang daie harus beramal.  Pantau amal kita. Takut2 kita tak sedar,  amal kita entah ke mana. 

‘Ala kulli hal. 

Setiap orang pengalamannya berbeza.  Cerita tarbiyahnya berbeza. 

Macam pelangi.  Warnanya variasi,  tapi routenya masih sama.

Jangan jadikan BFG sebagai alasan untuk kita kecundang dalam beramal. 

Jangan jadikan perubahan waqi’ sebagai alasan untuk kita tidak tsabat. 

Hargai nikmat ukhuwah di sekeliling kita.

Hargai syuyukh di kawasan kita. 

Hargai akhawat yang ada di samping kita.

Kerana akhirnya, perjalanan baru bermula. 

Moga pengakhirannya di syurga. 

Welcome home,  BFGs ­čĺť

28082016, 22:09

Marinated Lamb,  Bachok,  Klate.