#tanpatajuk1

Hari ini,  manusia kering dari amal. 

Hari ini,  amal kering dari kesalihan. 

Hari ini,  kesalihan kering dari ridha Allah. 

Dan hari ini,  harapan akan ridha Allah kering dari kerendahan hati.  

Hari ini,  seakan akan syurga dan ridha Allah tak cukup untuk menyemangati amal soleh. 

Hari ini,  bahkan keberhasilan sebuah amal soleh,  diukur oleh manusia dengan seberapa balasan dunia didapat. 

Lalu diperlumbakan. 

Lalu dipanggungkan. 

Lalu dijual. 

Sungguh tidaklah pemahaman para pendahulu kita yang soleh. 

Selama hidup di dunia ini,  tak pernah ada manusia yang bisa memastikan bahawa amal solehnya diredhai dan diterima Allah. 

Dan hati seorang mukmin harus senantiasa berada dalam keadaan harap sekaligus cemas soal itu. 

Di dunia, kita hanya mampu meraba tanda tanda. 

Tapi jangan kiranya salah menentukan tanda. 

Sebahagian menganggap,  khusyuknya solat adalah keberhasilan untukenangis syahdu saat berdiri, ruku’dan sujud. 

Namun bahkan, “Tanda khusyuknya solat adalah tercegahnya pelaku dari berbuat keji dan mungkar hingga ke waktu solat yang seterusnya”.

“Tanda diterimanya amal adalah ketika satu ketaatan menuntun pada ketaatan yang lebih baik lagi”

“Adapun tanda ditolaknya amal seorang hamba adalah ketika ketaatannya disusuli kemaksiatan”

“Dan tanda diterimanya taubat adalah jika kekeliruan lalunya tak diulang dan dia terus sibuk berketaatan”

20:36, 22 Rejab 1438H

“Lapis Lapis Keberkahan,  Salim A Fillah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s