Hamzah.  Umar

” Abu Jahal pernah melewati Rasulullah saw,  lalu menyakitinya dan mencelanya serta melancarkan satu tuduhan yang tidak baik terhadap agamnya.  Tetapi,  Rasulullah saw tidak membalas ucapannya sedikit pun. Peristiwa ini disaksikan oleh seorang budak wanita milik Abdullah bin Jad’an.  Kemudian Abu Jahal menuju ke salah satu kumpulan orang Quraisy di dekat Ka’bah. Tidak lama kemudian,  Hamzah bin Abu Thalib datang sambil menenteng anak panah dan busurnya sepulang dari perburuan.  Biasanya,  bila pulang dari perburuan,  ia tidak langsung ke rumahnya sebelum thawaf di Ka’bah.  Ketika ia melewati budak wanita tadi,  wanita itu berkata,’wahai Abu Imarah,  engkau tahu anak saudaramu tadi duduk di sini dan disakiti,  dicela dan dipermalukan dengan kasar tetapi Muhammad diam saja’ “

Bangkitlah amarah Hamzah. 

Lalu terus mencari Abu Jahal. 

Kenapa engkau mencelanya?  Aku telah mengikut agamanya,  aku mengucapkan apa yanh diucapkannya.  Lawanlah aku jika kamu sanggup”

Timbul rasa menyesal dalan diri Hamzah. 

Meninggalkan agama bangsa dan nenek moyangnya. 

Keresahan mendorong Hamzah ke Ka’abah untuk berdoa hilangkan keraguan. 

Belum selesai Hamzah berdoa,  kebatilan lenyap,  hati dipenuhi keyakinan. 

Muncullah mutiara islam yang pertama. 

Abu Nu’aim meriwayatkan

Aku pernah bertanya pada Umar,  ‘Mengapa engkau disebut al Faruq? ‘. Ia bercerita,  ‘Hamzah masuk islam tiga hari sebelum aku.  Kemudian saat aku keluar rumah,  tiba tiba seorang dari bani al makhzum berselisih.  Lalu aku tanya, ‘apakah kamu membenci agama nenek moyangmu dan mengikuti agama Muhammad? ‘. Orang itu berkata,  ‘ada orang yang paling dekat denganmu telah melakukannya. ‘ ‘ Siapa? ‘. ‘Saudara perempuan dan iparmu’.  

Dengan amarah,  persis kemarahan Hamzah,Umar bergegas ke rumah saudara perempuannya. 

Fathimah. 

Bismillahirrahmanirrahim. 

Thaha. 

Maa anzalna ‘alaikal Qur’aana litasyqa.. 

Kalimat yang mempengaruhi Umar untuk terus memeluk islam. 

Wahai Rasulullah,  tidakkan kita berada di atas kebenaran?  Lalu mengapa kita bersembunyi? Saat itulah Rasulullah menyebutku sebagai al Faruq. “

Islamnya Hamzah dan Umar ra terjadi pada tahun keenam kenabian. 

Islamnya kedua tokoh ini terjadi ketika kaum muslimin berada dalam situasi yang sangat kritis. 

Akar kebenaran yang terpendam di dalam jiwa Hamzah dan Umar tumbuh dan bergerak untuk melawan jahiliyah. 

2 tokoh yang begitu fanatik terhadap jahiliyah.  Terhadap agama nenek moyang.  Akhirnya bangkit mendokong kebenaran. 

Kontradik bukan? 

Sesungguhnya kejahatan dan permusuhan kekufuran terhadap islam kadang kadang bisa membangkitkan kebenaran.  

Hassan al banna.  

Mabuknya kegembiraan Barat atas syahidnya beliau telah membangkitkan seorang penulis mesir. 

Sayyid Qutb. 

Dengannya Allah membela agama. 

Sebagaimana bangkitnya Hamzah dan Umar.. 

Di balik kekafiran yang meledak ledak,  terdapat hati yang  belum pernah berbenturan dengan islam. 

Alangkah perlunya gerakan islam untuk melakukan penilaian dan pemilihan yang baik terhadap para tokoh. 

Agar dari balik tirai kegelapan yang tebal dapat menemukan sesuatu yang berharga. 

Kadang kadang puncak kekejaman dan kediktatoran seorang thaghut bisa hancur dari dalam di atas ketegasan orang orang yang tertindas dalam mempertahankan kebenaran. 

Terus berdoa. 

Dan berdoa. 

8 Rabiul Akhir 1438, 21:15

Rujukan : Manhaj Haraki

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s